Beranda Lifestyle Health 10 Alat Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal

10 Alat Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal

0
Birth control.

Jakarta

Untuk mencegah kehamilan biasanya disarankan menggunakan alat kontrasepsi. Apa saja jenis-jenis alat kontrasepsi yang populer di Indonesia?

Alat kontrasepsi adalah obat atau prosedur bedah yang berfungsi untuk menunda atau berhenti memiliki anak. Ragam alat kontrasepsi juga banyak, mulai dari pil KB, suntik KB hingga kondom.

Alat kontrasepsi ini banyak digunakan bagi mereka yang ingin menunda momongan dengan berbagai alasan seperti karier, pendidikan hingga finansial. Berikut ini beberapa jenis alat kontrasepsi hormonal dan non hormonal yang populer di Indonesia:

1. Pil KB

Pil KB dibuat dengan kombinasi hormon estrogen dan progesteron yang dapat mencegah terjadinya ovulasi. Pil KB juga memicu pengentalan lendir serviks sehingga dinding rongga rahim tidak siap menerima pembuahan.

Jika kamu sudah memutuskan untuk menggunakan pil KB, seorang perempuan harus mengonsumsinya sesuai aturan yang dianjurkan. Pil KB disarankan untuk diminum di waktu yang sama. Misalnya selalu pagi, selalu siang atau selalu malam.

Pil KB sebaiknya mulai dikonsumsi saat hari pertama menstruasi. Efektivitas pil KB bisa dirasakan setelah mengonsumsi 7 tablet.

2. IUD (Intra-Uterina Device)

Alat kontasepsi IUD spiral ini dikenal sebagai salah satu metode pengendali kehamilan paling efektif. IUD juga murah dan mudah digunakan untuk mencegah waktu kehamilan hingga 5 tahun.

IUD juga menjadi salah satu jenis alat kontrasepsi non hormonal. IUD memiliki bentuk berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim guna mencegah terjadinya pembuahan. Ada 2 jenis IUD, yaitu:

– IUD tembaga: tidak mengandung hormon dan kandungan tembaganya bertindak sebagai spermisida untuk membunuh sperma yang masuk.

– IUD hormonal: mengandung porgestin, fungsinya untuk mencegah sperma membuahi sel telur.

Tingkat efektivitas IUD mencapai 99,8 persen dalam mencegah kehamilan.

Alat kontrasepsi. Foto: iStock

3. Suntik KB

Suntik KB mengandung hormon progesteron atau kombinasi progesteron dan estrogen dan disuntikkan pada lengan bagian atas atau bagian bokong setiap 3 bulan guna melindungi wanita dari kehamilan.

Setelah disuntikkan kadar hormon akan meningkat dan kemudian menurun secara bertahap hingga suntikan selanjutnya. Suntik KB ada yang dilakukan per 3 bulan dan 1 bulan.

4. Kondom

Kondom menjadi salah satu alat kontrasepsi non hormonal. Kelebihan kondom dapat mencegah penularan penyakit kelamin dan praktis digunakan di mana saja. Namun kondom memiliki kekurangan yakni penggunaannya dapat menimbulkan alergi dari bahan yang digunakan untuk membuat kondom dan pemakaiannya jua harus tepat agar terjadinya risiko terlepas kecil.

5. Diafragma

Meskipun orang Indonesia agak jarang menggunakan alat kontrasepsi diafragma, namun diafragma bisa menjadi pilihan. Alat kontrasepsi ini berbentuk kubah dan terbuat dari silikon. Setengah bagian kubah tersebut diisi krim atau spermisida untuk membunuh sel sperma agar tidak masuk ke vagina. Setelah itu alat ini dimasukkan ke dalam vagina dan diletakkan di atas serviks sebelum berhubungan intim.

6. Spermisida

Spermisida mengandung bahan kimia nonoxynol-9 yang dapat membunuh sperma atau menghambat pergerakannya. Spermisida umumnya diletakkan di dekat leher rahim dan harus segera dimasukkan sebelum berhubungan intim. Efek alat KB ini umumnya mulai bekerja sekitar 15 menit setelah digunakan.

Alat kontrasepsi.Alat kontrasepsi. Foto: iStock

7. Vasektomi

Alat kontasepsi tidak selalu dipasang dalam tubuh wanita, pria juga dapat menggunakan alatnya demi mencegah kehamilan. Vasektomi merupakan metode kontrasepsi jangka panjang berupa vasektomi atau operasi pemotongan vas deferens yakni saluran berbentuk lubang tabung kecil dalam skrotum yang membawa sperma dari testis menuju penis.

Sehingga akses sperma menuju air mani jadi tertutup sehingga mencegah pembuahan. Vasektomi bukanlah proses kebiri, sehingga pria masih bisa merasakan ereksi dan tak mempengaruhi kejantanan pria.

8. KB Implan

Alat kontrasepsi jenis ini dilakukan dengan memasukkan KB implan atau susuk KB di bawah kulit lengan atas. KB dengan cara ini cukup banyak diminati karena pemasangannya cukup mudah, efektif dan memberikan perlindungan yang cukup lama serta mencegah kehamilan selama 3 tahun.

Alat kontrasepsi.Alat kontrasepsi. Foto: iStock

9. Tubektomi

Tubektomi adalah salah satu jenis alat kontrasepsi permanen dengan cara memotong kedua tuba falopii atau saluran tuba. Ketika tuba falopii dipotong, maka sel telur tidak dapat masuk ke dalam rahim dan sperma pun tidak bisa membuahi sel telur. Tubektomi ini biasanya ditargetkan untuk pasangan usia subur yang tidak ingin memiliki anak lagi.

10. Senggama Terputus

Jika tak ingin menggunakan alat kontasepsi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Beberapa pasangan memilih untuk melakukan senggama terputus. Metode ini menjadi salah satu kontasepsi non hormonal yang dilakukan dengan cara mencabut penis sebelum ejakulasi saat berhubungan seksual.

Metode senggama ini bisa mencegah kehamilan sekitar 80 persen. Namun yang perlu diperhatikan adalah untuk memastikan ejakulasi benar-benar dilakukan di luar vagina.

Simak Video “Hmm.. Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?”
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)

Source: https://health.detik.com/read/2020/02/05/162911/4887400/763/10-alat-kontrasepsi-hormonal-dan-non-hormonal?rand=311

- Advertisment -

Tinggalkan Balasan