Beranda Techno Mammoth Berbulu Terakhir di Bumi Ternyata Mempunyai Masalah Genetik

Mammoth Berbulu Terakhir di Bumi Ternyata Mempunyai Masalah Genetik

0
<pre data-src=

CALIFORNIA, – Mammoth berbulu kerdil yang hidup di Pulau Wrangel Siberia hingga 4.000 tahun lalu terganggu masalah genetik. Akibatnya, membawa DNA yang meningkatkan risiko diabetes, cacat perkembangan, dan jumlah sperma rendah.

Para peneliti melaporkan, Mammoth berbulu dari Pulau Wrangel Siberia bahkan tidak bisa mencium bau bunga. Tentu saja, penemuan ini mengejutkan para peneliti.

“Saya belum pernah ke Pulau Wrangel, tapi saya diberitahu oleh orang-orang yang berada di sana musim semi. Pulau pada dasarnya hanya ditutupi bunga. Mammoth mungkin tidak bisa mencium semua itu,” kata pemimpin peneliti studi Vincent Lynch yang dikutip dari Live Science, Senin (17/2/2020).

Pulau Wrangel mempunyai kekhasan. Sebagian besar mammoth berbulu mati pada akhir zaman es terakhir, tepatnya sekitar 10.500 tahun yang lalu. Karena naiknya permukaan laut, populasi mammoth berbulu terperangkap di Pulau Wrangel dan terus tinggal di sana sampai kematian mereka sekitar 3.700 tahun lalu.

Populasi ini sangat terisolasi dan kecil, sehingga tidak memiliki banyak keragaman genetik. Tanpa keragaman, mutasi genetik yang berbahaya kemungkinan terakumulasi saat mammoth berbulu ini berkembang biak. Dan, berkontribusi kepada kepunahannya.

Tim membuat penemuan dengan membandingkan DNA dari satu mammoth Wrangel Island dengan tiga gajah Asia dan dua mammoth berbulu yang hidup dalam populasi yang lebih besar di daratan.

“Kami beruntung karena seseorang telah mengurutkan genom (Wrangel mammoth). Jadi, kami pergi ke database dan mengunduhnya,” ujar Lynch.

Usai membandingkan genom mammoth dan gajah, para peneliti menemukan beberapa mutasi genetik yang unik bagi populasi Pulau Wrangel. Tim memiliki perusahaan yang mensitesis gen tweet ini.

Kemudian, para peneliti memasukkan gen-gen itu ke dalam sel gajah di awan cawan petri. Eksperimen ini memungkinkan para peneliti menganalisis apakah protein yang diekspresikan oleh gen mammoth di Pulau Wrangel melaksanakan tugasnya dengan benar, dengan mengirimkan sinyal yang tepat dalam sel gajah.

Tim menguji gen yang terlibat dalam perkembanganj neurologis, kesuburan, pensinyalan insulin, dan indra penciuman. Singkatnya, para peneliti menemukan, mammoth Pulau Wrangel tidak terlalu sehat karena tidak ada gen yang melakukan tugasnya dengan benar.

Peneliti hanya melihat satu mammoth Pulau Wrangel, jadi mungkin saja kawanan individu ini tidak memiliki gen yang sama. Tapi, kemungkinan tidak hanya mammoth yang diteliti yang memiliki cacat tersebut.

Faktanya, kasus mammoth di Wrangel Islan adalah kisah peringatan mengenai apa yang dapat terjadi pada populasi yang terlalu kecil. Oleh karena itu tidak memiliki keragaman genetik.

Temuan ini didasarkan pada penelitian yang diterbitkan pada 2017 dalam jurnal PLOS Genetics, yang memungkinkan populasi mammoth di Pulau Wrangel terakumulasi dalam mutasi yang merusak.

Editor : Dini Listiyani

Source: https://www.inews.id/techno/sains/mammoth-berbulu-terakhir-di-bumi-ternyata-mempunyai-masalah-genetik?rand=1285

- Advertisment -

Tinggalkan Balasan