Beranda Finance Soal Omnibus Law, KSPI Beri 3 Alasan Tak Ikut dalam Tim Pembahasan

Soal Omnibus Law, KSPI Beri 3 Alasan Tak Ikut dalam Tim Pembahasan

0
Tolak Omnibus Law, KSPI Siap Gugat ke MK jika Aturan Terbit

JAKARTA, – Konfederasi Serikat Pekerjaan Indonesia (KSPI) menolak menjadi bagian dalam tim yang dibentuk oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Tim tersebut dibuat oleh Airlangga dalam SK Menko Perekonomian nomor 121 tahun 2020.

Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, pihaknya belum dan tidak akan masuk ke dalam tim yang dibentuk oleh Airlangga tersebut.  “KSPI tidak bertanggung jawab satu pasal pun terhadap isinya karena KSPI tidak pernah dan tidak akan terlibat masuk ke dalam tim bentukan Menko Perekonomian,” ujar Iqbal di Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Dia menambahkan, ada tiga alasan terkait tidak inginnya KSPI termasuk di dalam pembahasan RUU Cipta Kerja oleh pemerintah. Pertama, menurut Iqbal, pembahasan RUU Cipta Kerja tertutup.

“(Ini) bertentangan dengan UU Keterbukaan Informasi, UU Pembuatan Peraturan Perundang-undangan, dan UUD 1945 dan kami tidak setuju isi omnibus law tersebut,” kata dia.

Alasan kedua, karena draf RUU Cipta Kerja telah diserahkan ke parlemen, menurutnya tidak dibutuhkan lagi tim untuk pembahasan omnibus law tersebut. “RUU telah diserahkan kepada DPR, OKI tidak dibutuhkan tim, untuk apa? KSPI akan menempuh jalur bersama DPR untuk memberikan pandangan dan masukan dengan sebuah sikap setelah mempelajari draft RUU tersebut,” ucapnya.

Terakhir, Iqbal menyebut tiap UU yang diserahkan ke DPR harus berorientasi. Misalnya, jika membahas persoalan bisnis atau investasi, maka secara bersamaan harus dibicarakan soal perlindungan.

“Saya kebetulan pengurus pusat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Badan ILO (International Labour Organization) berkantor di Jenewa, Swiss. Di ILO setiap membahas bisnis itu pasti membicarakan perlindungan, itu dua sisi mata uang di seluruh dunia. Nah, draft RUU Cipta Kerja kebalikannya, bicara investasi tapi salah satu klasternya bicara reduksi kesejahteraan buruh,” tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Source: https://www.inews.id/finance/bisnis/soal-omnibus-law-kspi-beri-3-alasan-tak-ikut-dalam-tim-pembahasan?rand=1289

- Advertisment -

Tinggalkan Balasan